Welcome To
Muhammad Syahrian’s Blog
Kandungan dan Khasiat serta Manfaat dari Daun Pandan Wangi
Bagi Kesehatan
Mencari timba di anak dara
Di bawah sarang burung tempua
Salam sembah pembuka bicara
Selamat datang untuk semua.
Assalamualaikum wr.wb.
Hallo Guys!!!
Selamat
Siang, Halo teman-teman semua kembali lagi di artikel blog yang saya buat kali
ini.saya akan membahas sedikit tentang Kandungan dan
Khasiat serta Manfaat dari Daun Pandan Wangi Bagi Kesehatan.
Kalian kan pasti sudah pada tahu, Setidaknya saya akan menjelaskan sedikit
tentang apa sih Kandungan dan Khasiat serta
Manfaat dari Daun Pandan Wangi Bagi Kesehatan.
Mari Kita Simak Guys!!!
Pertama-tama kita
akan bahas
Kandungan dan Khasiat Daun Pandan Wangi Bagi Kesehatan - Daun pandan wangi
(Pandanus Amaryllifolius Roxb.) termasuk genus Pandanus dari suku Pandanaceae.
Suku Pandanaceae mempunyai marga antara 200 hingga 300 jenis, terbagi dalam
tiga marga utama, yaitu Pandanus, Freycinetia, dan Sararanga, yang tersebar di
daerah tropika, di tepi-tepi pantai dan sungai-sungai (Tjitrosoepomo, 2002).
Pandan wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) adalah tanaman asli Indonesia yang
berasal dari Bangka dan tersebar luas di daerah Asia Tenggara.
Taksonomi tumbuhan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Taksonomi dari tumbuhan daun pandan wangi dapat dituliskan sebagai berikut.
Kingdom : Plantae
Filum :
Spermatophyta
Kelas :
Monocotyledone
Ordo :
Pandanales
Famili :
Pandaneceae
Genus :
Pandanus
Spesies : Pandanus
Amaryllifolius Roxb.
(Tjitrosoepomo, 2002)
Budidaya tanaman ini umumnya dilakukan di pekarangan rumah, di samping
untuk tumbuhnya tidak membutuhkan tanah yang luas juga memudahkan sewaktu
pemetikan karena daun pandan wangi sering dimanfaatkan sebagai pewangi dan
pemberi zat warna hijau pada makanan dan minuman. Bagi pecinta flavor dan zat
warna alami, daun pandan wangi merupakan salah satu alternatif yang aman untuk
dikonsumsi (Tjitrosoepomo, 2002). Tanaman ini mempunyai daun yang selalu hijau
sepanjang tahun. Batangnya bulat, dapat tunggal atau bercabang-cabang dan
mempunyai akar udara atau akar tunjang yang muncul pada pangkal batang. Helaian
daun berbentuk pita, memanjang, tepi daun rata, ujung daun meruncing. Daun
berwarna hijau dan tersusun secara spiral pandan wangi dikenal dengan nama
berbeda di tiap daerah. Penduduk Jawa menyebutnya pandan rampe, pandan seungit,
atau pandan room. Penduduk Sumatra menyebutnya seuke bangu, seuke musang,
pandan jau, pandan bebau, pandan harum, pandan rempai, atau pandan musang.
Penduduk Maluku mengenalnya dengan nama kela moni, ormon foni, pondak, pondakim
atau pudaka. Penduduk bali menyebutnya pandan arrum (Kurniawati, 2010).
Daun tumbuhan ini sering digunakan sebagai bahan penyedap, pewangi, dan
pemberi warna hijau pada masakan. Selain itu beberapa senyawa kimia yang
terkandung dalam pandan wangi diantaranya.
Kalian pasti sudah banyak tau tentang senyawa kimia yang terkandung dalam
pandan wangi.
“Dan apa saja kandungannya?
Beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam pandan wangi diantaranya
alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, polifenol, dan zat warna.
Alkaloid
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di
alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas
dalam berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Sebagian besar alkaloid terdapat
pada tumbuhan dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokotil dan pteridofita
mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit, (Lopez dan Nonato, 2012). Pada
pandan wangi, terdapat kandungan senyawa alkaloid tipe piperidine, yaitu
pandamarine, pandamarilectones, dengan struktur pyrroline, (Katzer, 2012).
Saponin
Saponin adalah suatu glikosida alamiah yang terikat dengan steroid atau
triterpena. Saponin mempunyai aktifitas farmakologi yang cukup luas diantaranya
immunomodulator, antitumor, antiinflamasi, antivirus, antijamur, dapat membunuh
kerang-kerangan, hipoglikemik, dan efek hipokolesterol. Saponin mempunyai sifat
bermacam-macam, yaitu memiliki rasa manis atau pahit, dapat membentuk buih,
dapat menstabilkan emulsi, dan dapat menyebabkan hemolisis. Soekamto 2011
mengatakan saponin dapat digunakan antara lain untuk membuat minuman
beralkohol, dalam industri pakaian dan kosmetik, dalam membuat obat-obatan,
serta sebagai obat tradisional.
Saponin ditemukan terutama dalam tumbuh-tumbuhan. Namanya diambil dari
genus suatu tumbuhan yaitu saponaria, akar dari famili Caryophyllaceae yang
dapat dibuat sabun. Saponin juga dapat diperoleh dari beberapa tumbuhan famili
lain, (Soekamto, 2011).
Saponin berfungsi sebagai antibakteri dan antimikroba. Hal ini didasarkan
pada sifat sitotoksik dari saponin dan kemampuannya dalam mempengaruhi
permeabilitas membran sitoplasma sehingga sel mikroba menjadi lisis.
Pemakaian herbal yang mengandung saponin memiliki efek samping sehingga
harus berhati-hati. Orang hamil sebaiknya tidak mengonsumsi herbal yang
mengandung saponin. Selain itu, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan
pada orang dengan gagal ginjal sebaiknya menghindarinya, karena sebagian
saponin dapat menyebabkan retensi air dan kalium
Flavonoid
Flavonoid merupakan senyawa golongan fenolik. Senyawa fenol dapat mengikat
protein. Keberadaan flavonoid pada daun tanaman dipengaruhi oleh proses
fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu banyak mengandung flavonoid.
Flavonoid dikenal sebagai salah satu substansi antioksidan yang sangat kuat
sehingga dapat menghilangkan efek merusak yang terjadi pada oksigen dalam tubuh
manusia. Senyawa ini terdiri dari lebih dari 15 atom karbon yang sebagian besar
dapat ditemukan dalam kandungan tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa
berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid.
Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel,
memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin
C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk
untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan
berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma,
katarak, diabetes, encok/ rematik, migrain, wasir, dan periodontitis.
Tanin
Tanin merupakan senyawa metabolit sekunder yang sering ditemukan pada tanaman.
Tanin merupakan astrigen, polifenol, memiliki rasa pahit, dapat mengikat dan
mengendapkan protein serta larut dalam air (terutama air panas). Umumnya tanin
digunakan untuk pengobatan penyakit kulit dan sebagai antibakteri, tetapi tanin
juga banyak diaplikasikan untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan
pendarahan) dan wasir.
Tanin terdapat luas pada tumbuhan berpembuluh, dalam angiospermae terdapat
khusus di jaringan kayu. Tanin dapat bereaksi dengan protein membentuk
kopolimer yang kuat dan tidak larut dalam air. Dalam industri, tanin adalah
senyawa yang berasal dari tuumbuhan, yang mampu mengubah kulit hewan yang
mentah menjadi kulit siap pakai karena kemampuannya menyambung silang protein.
Tanin mempunyai mekanisme mempresipitasi protein bakteri sehingga terjadi
inaktivasi enzim yang diproduksi bakteri dan menginaktivasi protein transport
dinding sel bakteri sehingga merusak dinding sel bakteri.
Secara fisika, tanin memiliki sifat antara lain akan membentuk koloid jika
dilarutkan ke dalam air, memiliki rasa asam dan sepat, jika dicampur dengan
alkaloid dan gelatin akan terjadi endapan, tidak dapat mengkristal, dan dapat
mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawa dengan protein tersebut
sehingga tidak dipengaruhi oleh enzim proteolitik.
Polifenol
Polifenol atau senyawa phenolic merupakan senyawa antioksidan alami pada
tumbuhan, dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin,
tokoferol, dan asam-asam organik polifungsional. Antioksidan alami yang berasal
dari tumbuhan memiliki gugus hidroksil pada struktur molekulnya. Jumlah gugus
hidroksil inilah yang mempengaruhi aktivitas antioksidan senyawa phenolic pada
tumbuhan. Jika gugus hidroksil yang dimiliki lebih dari satu, maka aktivitas
antioksidannya akan meningkat.
Aktivitas antioksidan dari polifenol berperan penting dalam penyerapan dan
penetralan radikal bebas atau penguraian peroksida. Antioksidan polifenol
biasanya digunakan untuk mencegah kerusakan akibat reaksi oksidasi pada
makanan, kosmetik, farmasi, dan plastik. Antioksidan polifenol juga dapat
mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
Polifenol pada pandan wangi dapat diperoleh dari daun melalui proses
ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%. Zat yang dihasilkan dapat dijadikan
alternatif pengganti antioksidan sintetik dalam industri pangan.
Zat Warna
Daun pandan wangi mengandung zat warna dan minyak atsiri. Senyawa penyusun
absolute minyak atsiri daun pandan wangi terdiri atas golongan senyawa alkana,
alkena, benzena, alkohol, fenol, terpen, dan ester. Komponen penyusun aroma
pada pandan wangi berwarna kuning sebagai hasil oksidasi pigmen karotenoid.
Pada daun, terdapat kandungan minyak esensial yang terdiri dari
asetilpirolin, linalool, pandamarilakton, dan seskuitperen hidrokarbon. Pada
akar, terdapat asam 4- hidrobenzoik.
Khasiat pandan wangi terutama pada daunnya. Daun pandan wangi merupakan
komponen cukup penting dalam tradisi boga Indonesia dan negara-negara Asia
Tenggara lainnya, yaitu digunakan sebagai pewangi makanan karena aroma yang
dihasilkannya. Selain sebagai pewangi makanan, daun pandan juga dipakai sebagai
sumber warna hijau bagi makanan, sebagai komponen hiasan penyajian makanan, dan
juga sebagai bagian dalam rangkaian bunga di pesta perkawinan untuk
mengharumkan ruangan. Oleh karena aroma yang dihasilkannya, pandan wangi
dijadikan sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi. Alkaloid
2-acetyl-1-pyrroline merupakan zat yang memberi rasa harum.
Pandan wangi juga memiliki khasiat sebagai obat. Pengertian berkhasiat obat
adalah mengandung zat aktif yang berfungsi mengobati penyakit tertentu atau
jika tidak mengandung zat aktif tertentu tetapi mengandung efek yang sinergis
dari berbagai zat yang berfungsi mengobati. Berdasarkan beberapa literatur,
tumbuhan pandan wangi mengandung zat bioaktif yang memiliki khasiat sebagai
antidiabetes, analgesik, antioksidan, antibakteri dan antijamur.
Nah sudah pada tahu kan tentang Kandungan dan Khasiat serta Manfaat dari Daun Pandan Wangi Bagi
Kesehatan, terimakasih kepada teman-teman yang telah berkunjung ke
blog saya dan Jangan lupa dan ketinggalan untuk berkunjung
ke blog saya lagi.
Asalnya sembilu dari buluh
Jika dianyam jadikan tampian
Kami menyusun jarinya sepuluh
Salah dan khilaf mohonlah
dimaafkan.
Demikian
artikel yang saya buat, Wassalamu’alaikum wr.wb.
DAFTAR PUSTAKA
Katzer G, Spice Page. Pandan Leaves (Pandanus Amaryllifolius Roxb).
Philliphines. Phil J of Sci: 2005 134
(1): 39-44.
Kurniawati,
N., 2010, Sehat dan Cantik Alami Berkat
Khasiat Bumbu dapur, Mizan Pustaka, Bandung.
Tjitrosoepomo,
G., 2002, Taksonomi Tumbuhan
(Spermatophyta), 152, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
http://herbaldayly.blogspot.com/2018/06/kandungan-dan-khasiat-serta-manfaat.html



